Selasa, 07 Februari 2012

Yakinlah Allah Itu Ada

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di langit dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya
Tuhanmu mengetahui segala sesuatu?
(QS Fushshilat : 53)

Tanda keberadaan Allah banyak sekali. Diantaranya yang disebutkan ayat ini pada tiga hal :
1.    Di langit
2.    Di Dalam Diri Manusia, dan
3.    Ke-Maha Tahu-an Allah atas segala sesuatu
Keberadaan Langit dan semesta alam ini akan menjadi bukti yang tak terbantahkan bagi manusia untuk mencari tahu kekuatan besar di balik penciptaan ini semua. Betapapun manusia saat ini telah mencapai ketinggian teknologi dan pengetahuan, tidak akan pernah manusia berhasil menemukan konsep lain tentang keberadaan semesta raya ini, kecuali ia memang telah diciptakan.

Sungguh, pengetahuan tanpa agama akan buta. Seolah berjalan di tengah hutan belantara di kegelapan malam gulita hanya bersinarkan lentera redup. Ia tidak tahu harus kemana arah tujuan hidup. Manusia semacam itu mengabaikan Al-Quran yang sebenarnya berfungsi sebagai peta kehidupan yang mengantarkan pada hakikat perjalanan dan pencapaian yang sesungguhnya.

Bukti keberadaan Allah yang ke dua ada di dalam tubuh manusia. Organ tubuh manusia yang sedemikian rumit dan rapi menunjukkan perencanaan yang matang. Itu semua mustahil bisa ada tanpa campur tangan kekuatan yang Maha Mengetahui Segala sesuatu. Belum pernah ada seorang manusia pun yang berhasil menciptakan makhluk serupa manusia, bahkan seekor lalat pun.

Manusia juga dilengkapi dengan segala macam indra, akal, dan perasaan untuk menangkap dan mencerna segala macam informasi dari luar dirinya. Manusia di beri kebebasan untuk memilih agar kelak Allah memberi balasan bagi orang yang berbuat baik dan menghukum orang-orang jahat.

Kalau seandainya benar Allah memang tidak ada, mengapa kita lebih memilih dan menganjurkan manusia untuk berbuat baik. Kalau seandainya benar Allah tidak ada, betapa tercabiknya rasa keadilan ini mengetahui sekian banyak ketidak jujuran dan pendzaliman atas hak-hak sesama.

Carut marutnya kehidupan manusia dengan segala kriminalitas dan problematika sosial seharusnya menyadarkan kita bahwa hanya dengan agamalah manusia bisa terarah. Hanya dengan mengembalikan semua urusan kepada Allah lah jiwa ini akan tentram. Dan hanya memohon pengadilan Allah nantilah seluruh orang yang berperkara akan puas.

Selain organ biologis dan psikologis yang sangat kompleks, manusia diilhami rasa standard yang sama. Orang biasa menyebutnya dengan fitrah. Secara fitrah seorang ibu menyayangi anaknya. Secara fitrah manusia menyukai keindahan, keteraturan, keadilan, dan kasih sayang. Fitrah yang sama pada diri semua manusia menunjukkan bahwa pencipta mereka adalah satu.
Semua hal tentang manusia, mulai bahan baku penciptaan, tahapan penciptaan, cara mengasuh ketika kecil, penghormatan kepada orang tua, hingga pengaturan sosial serta ketatanegaraan yang ideal diajarkan dalam Al-Quran.

Demikian juga kisah-kisah manusia terdahulu yang akhirnya bisa dibuktikan dan ditemukan manusia modern secara ilmiah juga terdapat dalam Al-Quran. Maka, tidakkah cukup untuk kita menundukkan diri dengan bukti bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu?. Tidakkah Al-Quran yang selalu saja benar dan terbukti itu menjadi dasar kita untuk berbuat baik?

Marilah kita terus belajar ilmu agama, karena Rasul bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, Allah pahamkan urusan agama.” Semakin tinggi pengetahuan seseorang akan Tuhannya semakin paham pula mana yang baik dan yang buruk untuk menjadi pilihan hidupnya. Allah juga berfirman dalam QS Al-Fathir, “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah dari kalangan hamba-Nya hanyalah orang yang berilmu.”

Wallahu A’lam Bish Showab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar